all about branding & creativity

all about branding & creativity

Branding, Marketing Communication, Kreativitas & Strategi Promosi

Nama Rightbrain dipilih karena ia memiliki dua konotasi: otak kanan, dan otak 'bener'. Otak kanan adalah sumber kreativitas, sedang otak 'bener' melambangkan ketepatan suatu 'brand document' yang disusun oleh profesional sejati, akan berfungsi sebagai 'brand blue print' yang akan menuntun brand itu menuju kepada masa depannya. Mirip dengan fungsi otak bagi manusia...

Rightbrain consulting membantu anda menyusun brand blue print, strategi komunikasi pemasaran, strategi meningkatkan penjualan/promosi & meningkatkan daya kreativitas dengan membantu menumbuhkan creative attitude dalam perusahaan anda!

Mau berkonsultasi dengan biaya per jam, atau penyusunan strategi dengan biaya per dokumen? Silahkan kontak email: nunusijilbab@yahoo.com, facebook/rightbrain, atau facebook/nunu nur tri andini

Selasa, 18 Oktober 2011

BRAND DEFINITION


The American Marketing Association defines a brand as “a name, term, sign, symbol, or design, or a combination of them, intended to identify the goods or services of one seller or group of sellers and to differentiate them from those of competitors”

Senin, 19 September 2011

CONTOH IDE KREATIF YANG “MEMBUNUH” BRAND FEEL


Dulu, ketika masih menjadi copywriter junior, saya sering bete sama boss & client karena ide yang kami (saya & partner) anggap kreatif, ditolak mentah-mentah. Dan saya yakin, hingga detik ini pun masih banyak insan kreatif yang merasakan hal yang sama!

Tapi, setelah kini saya banyak berkecimpung di dunia brand planning, saya jadi bisa mengerti mengapa ide yang ‘gila’ yang ‘unik’ dan ‘kreatif’ terkadang membahayakan terhadap salah satu brand building block yang bernama “Brand Feel”

Salah satu contoh materi iklan TV yang masih tayang saat ini dan membuat saya “ilfil” sama brand nya adalah pembersih WC berinisial H. Gimana enggak, coba?! Wong lagi enak-enak nonton TV sambil mengunyah jajanan Solo, eeeh...malah disuguhin gambar lobang WC kotor yang sangat menjijikkan. Bikin ga bisa nelen, bikin sebel, bikin saya antipati dengan brand tersebut!

Emang sih saya jadi nyadar bahwa ada pembersih WC bernama H (ini produk baru), yang berarti bahwa awareness of thr brand sudah terbangun dengan baik, dan ini berarti pula bahwa salah satu tujuan launching sudah tercapai. Tapi....apa gunanya awareness kalau orang tidak simpatik?!

Banyak keyakinan di kalangan para marketer dan praktisi marcomm bahwa konsumen memilih suatu brand berdasarkan pendekatan HOT/emosional, meskipun konsumen selalu merasa dirinya logis. So, kalau brand feel tidak positif, maka di masa depan brand akan kehilangan simpati dari pelanggan...dan akhirnya, bisa ditebak, brand akan kehilangan share sedikit demi sedikit oleh brand yang lebih simpatik di mata konsumen.

Inilah mungkin yang menyebabkan mengapa pendekatan kreatif yang bersifat positif lebih gampang dijual ke klien!

Meski begitu, tetap ada saja pendekatan kreatif positif yang pada eksekusinya malah “menjatuhkan” kepentingan brand building.

Mau contoh?

Ingat iklan TV mi instan tentang “cerita kenangan bersama ayah?” di situ diceritakan bagaimana setiap nonton bola sang ayah selalu memasak semangkok mi untuk dimakan berdua anaknya. Tapi kemudian sanga ayah meninggal...

Setiap kali iklan itu tayang, saya berujar kepada anak-anak:
“tuuuh...!! bapaknya kebanyakan makan mi instan...mati deh...! Makanya, jangan keseringan makan IND###MIE!”

Halah, wong ngiklan maksudnya jualan kok malah menjadi sarana ibu-ibu menasehati anaknya supaya ngga makan itu mie ya??!!

Waduh!

Minggu, 13 Maret 2011

LAUNCHING EBOOK HOW TO BUILD YOUR OWN AGENCY


HOREEE...BUKUNYA DAH SELESAI..!

Alhamdulillaaaah....!

Akhirnya disela-sela kesibukan yang bikin kepala cenat-cenut ini, akhirnya kelar juga deh eBook HTBYOA (How To Build Your Own Business)..!

Isinya tambah banyak dari rencana: saya menambahkan 2 bab dan 1 lampiran...

Ayo...yg sudah indent silahkan segera dipakai ya voucher diskonnya?! Jangan lupa mencantumkan nomer voucher diskon anda pada saat konfirmasi ok?
Yg belum daftar pada saat pre- launch...terpaksa bayar dengan harga full..! hahahaha...

Nah, semoga dengan keluarnya buku ini, perusahaan periklanan di Indonesia jadi makin banyak, makin ramai, termasuk yang di daerah-daerah...biar pada tahu "the rule of the game" orang Jakarte...!

Kapan lagi mo belajar dari praktisi? Wong para praktisi itu biasanya pada sibuk, kerja dari pagi ke pagi lagi, boro-boro nulis buku...! Ngeliat muka anak sendiri aja juarang....! hehehe... bukan curcol loh?!

Oke deh, selamat menikmati..! eh, selamat membaca..!

Tell me when you have critics, tell others when you love it, ok?

Jumat, 11 Februari 2011

TV adv..Efektif kah?

sbg seorang praktisi periklanan yg sdh 21 tahun berkecimpung di industri...sy tidak bisa menjawab ini dg gegabag, krn memang tidak ada jawaban yg mudah..

masalah marcomm adalah masalah yg kompleks, dipengaruhi banyak sekali faktor dan selalu ada probabilitas ketidakeefektifan suatu media.

contoh: suatu media plan yg sdh sangat bagus, sudah terbukti efektif dan efisien selama bertahun-tahun... tetapi ada suatu ketika di mana dia menjadi tidak efektid karena berubahnya peta persaingan & kondisi sosial masyarakat..misalnya pesaing melakukan burts launch yg luar biasa tak terduga, makabudget yg sdh kita canangkan menjadi "kelipet" oleh kegiatan pesaing dan akhirnya mempengaruhi performance brand..

memang secara umum TVC masih dianggap aefektif, namun perlu ditinjau kembali untuk kepentingan masing-masing brand...

Materi iklan yg baik juga bisa mempengaruhi efektivitas ikilan di media yg sama. Iklan yg populer, yg disukai, belum tentu lho bisa meningkatkan penjualan..?

Contohnya adalah iklan pasta gigi CU beberapa tahun yang lalu...(itu lho, yg ceweknya kejedot tiang listrik krn sialu lihat gigi si cowok..?)

Iklan tsb sangat populer, tapi sales jatuh. Dicoba lagi karena memang iklan disukai, eh, sales jatuh terus. Terpaksa diganti dg the common rule of old ad...dan sales kembali naik...

Jadi, media yg sama, plan yg sama, keefektifan bisa beda hanya karena materi iklannya beda...

Efektifkah TV Adv...? Tergantung....!

Nunu Andini Bernadi
Author, Speaker, Consultant, Lecturer in
Branding, Marcomm, Advertising, Copywriting, Creativity
http://rightbrainconsulting.blogspot.com
http://copywritingskill.com
http://naskahiklan.blogspot.com

Senin, 07 Februari 2011

BAGAIMANA CARA MEMPERLUAS PEMASARAN?


Assalmu alaikum...

Waduh...lama sekali saya nggak 'ngurusin' blog yg satu ini, karena saya lagi sibuk membangun bisnis baru di Surabaya...

Postingan ini pun sebenarnya jawaban saya pada seorang penanya di milis yang saya ikuti. Nah, karena saya rasa relevan dgn blok ini, ya saya posting aja!

Monggo...dibaca...

Ibu bertanya "Bagaimana Caranya Memperluas Pemasaran Produk Saya?"

Pertanyaan ibu Vinni ini jawabnya tidak sederhana, karena untuk membuat marketing plan, dibutuhkan informasi terlebih dahulu sebelum bisa memberi rekomendasi.

Memperluas Pemasaran,apa artinya? Apakah memperluas distribusi? Meningkatkan Sales? Membangun merk yang kuat? Atau apa?!

Banyak orang awam masih belum bisa membedakan antara pemasaran (marketing) dan penjualan (selling).

Dalam dunia marketing, penjualan hanyalah salah satu elemen saja, karena marketing secara luas bertujuan untuk memasarkan suatu brand/merk agar memiliki nilai di mata konsumen. Tentu saja pada akhirnya, semua itu bermuara pada sales/penjualan,namun tujuan pemasaran BUKAN HANYA ITU SAJA. Karena sebuah merk yang telah memiliki nilai, akan bisa dijual tanpa anda harua menjual produk!

Kembali ke judul: apakah maksudknya memperluas jaringan distribusi? Kalau ya, maka kegiatan akan lebih banyak difokuskan pada pemberian insentif distributor dan bantuan pull out melalui iklan/promosi.

Ketika saya menangani produk-produk UNilever, saya banyak terlibat dalam pembuatan tools bagi salesman sebagai ujung tombak pembuka jalan distribusi. Biasanya kami menyediakan sales folder yang merupakan "senjata" bagi sang salesman untuk memasukkan barang mereka ke outlet/toko.

Dalam sales folder tsb.ada distributor promo, advertisement plan dll. yang intinya untuk memberi insentif pada pengecer. Kegiatan ini yang saya sebut sebagai kegiatan pemberian insentif bagi distributor tadi.

Nah, sekarang bagaimana membantu pull out?

Dalam dunia komunikasi pemasaran (marcomm) ada kredo bahwa "permintaan bisa diciptakan". So, ciptakanlah! Konsumen kita adalah konsumen yang gila iklan, sangat mudah dipengaruhi, sangat mudah mencoba hal-hal baru. Manfaatkan hal itu.

Tapi iklan kan mahal..?!

Ya, kalau kita bicara medium TV atau koran nasional. Tapi sudahkan anda pertimbangan iklan radio? Internet? WOM? Semua itu sangat murah bahkan bisa free!

Memperluas pemasaran juga membutuhkan analisa mendalam dari produk/jasa/brand yang akan anda jual...seperti:
analisa kompetitif di bidang harga, kualitas produk, persepsi konsumen, kegiatan pesaing, insentif distributor dll.

Hehe...ribet ya?

Semoga memberi pencerahan

Wassalamu alaikum,

Sabtu, 05 Juni 2010

SEKEDAR BERBAGI KEGEMBIRAAN..


Dilandasi oleh spirit ayat al Qur’an yang berbunyi: Wa amma binikmati robbika fahaddits (dan adapun dengan nikmat tuhanmu, ceritakanlah!)..maka di sini saya hendak menceritakan kenikmatan yang telah diberikanNya pada kami.
Alhamdulillah, sejak saya mendirikan RBC bulan lalu, kini sudah ada 5 UKM yang menjadi client kami. Mereka adalah :
Restoran Saung Bambooina yang sedang go franchise,
X fried chicken yang sedang kami buatkan nama dan logonya serta sedang kami coaching untuk berdiri,
X fashion yang sedang kami rancangkan nama dan strategi pemasaranya,
F Suhanda motivator yang sedang kami bangun personal brandingnya
Jahe merah cap cangkir mas yang sedang bersiap untuk go internasional
Kami sangat bersyukur atas antusiasme dan sambutan baik para calon konglomerat ini (visi kami adalah untuk menjadikan pengusaha UKM memiliki branding yang kuat seperti para konglomerat). Mudah-mudahan misi kami untuk membantu para UKM tumbuh besar bisa terlaksana, amiin.
Karenanya, khusus bagi client UKM, kami menerapkan charging yang sangat murah, bahkan hingga 95% off dari charge yang kami kenakan kepada korporasi!
Namun karena keterbatasan waktu dan tenaga, maka kami hanya akan membatasi diri untuk menerima 30 client saja..
Begitulah kabar gembira dari RBC, mudah-mudahan memberikan aura positif bagi dunia usaha, khususnya para pengusaha kecil, mikro dan menengah... amiiin.

Selasa, 20 April 2010

Kekuatan Branding Bahkan Bisa 'Menipu' Lidah!


Buat anda yang bergerak di bisnis F&B, ini perlu diwaspadai. Bisa jadi berita baik (bagi yang rasa makanan/minuman produksinya biasa-biasa aja).... tapi juga bisa jadi berita buruk (bagi yang yakin betul kalau produksinya is the best).

Akhir-akhir ini sering kita lihat dan dengarkan sebuah iklan TV untuk produk makanan yang mengusung tagline ‘rasa nggak pernah bohong’... hehe, berdasarkan pengalaman saya membuat blind test, saya berani bilang sebaliknya: Rasa pun bisa bohong! Lidah pun bisa ditipu oleh kuatnya image dan persepsi yang dilakukan oleh branding activities.

Begini ceritanya:
Dulu, ketika menangani sebuah brand margarin terkenal, kami melakukan blind test untuk mengukur tingkat rasa yang diinginkan konsumen. Nah, dalam blind test itu ternyata konsumen lebih menyukai rasa margarin yang sama sekali nggak terkenal.. dan kami cukup khawatir atas hal ini. Namun anehnya, ketika kami memberi label pada sample margarin yang mereka cicipi itu, mereka langsung bilang bahwa margarin kamilah yang lebih enak! Haha... hal ini mengingatkan saya pada kasus blind test dua merk minuman bersoda dari Amrik sono..yang hasilnya pun mirip seperti itu.

Lantas, ketika saya mengajar di Ubhara Surabaya, hal ini pun kembali terulang. Saat itu saya menanyakan kepada para mahasiswa, rokok apa yang mereka sukai, dan yang mengaku fanatik pada merk rokok tertentu. Nah, di depan kelas, mata mereka kami tutup, dan seluruh kelas bisa tahu... bahwa lidahnya bisa kita tipu dengan branding...sebab ketika dalam mata tertutup itu dia kami berikan berbagai macam merk rokok, ternyata dia tak bisa mengenali rokok yang katanya dia fanatikin itu!

Nah, sekarang.. bila produk anda kurang enak di lidah...jangan khawatir...branding yang terencana dengan baik, dan dilakukan dengan benar sesuai strategi...akan mampu melambungkan produk anda yang biasa-biasa saja itu menjadi merk favorit yang dipuji sebagai makanan/minuman “paling enak di dunia” oleh konsumen.

Sebaliknya, bagi anda yang saat ini super duper yaqin haqqul yaqin kalau produk anda adalah yang ternenak di dunia ini, waspadalah...! Bisa saja suatu saat produk anda itu akan kehilangan pasar dan dilupakan orang..persis dengan merk margarin yang saya ceritakan di atas: merk tersebut kini nggak pernah kelihatan lagi di pasar, meskipun dalam blind test dia menang...

Itulah kehebatan akibat suatu branding activities...meski terkesan ‘mahal’ dan ‘buang duit’.. sebenarnya dia adalah investasi!

ok, happy branding!